KOLAKA — Selama 30 hari mengabdi di Desa Lamundre, Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch 2 Universitas Halu Oleo (UHO) tidak sekadar menjalankan program kerja. Mereka mendorong sejumlah kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pertanian, perikanan, pendidikan, lingkungan hingga pemberdayaan warga.

Program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan Desa Lamundre dengan melibatkan pemerintah desa, sekolah, kelompok tani, kelompok pembudidaya ikan, Karang Taruna, serta masyarakat setempat.

Di sektor pertanian, mahasiswa Fakultas Pertanian menggelar pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) bagi kelompok tani. Pelatihan ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi pupuk ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis.

Tak berhenti pada pelatihan, mahasiswa juga memanfaatkan lahan yang sebelumnya kurang produktif menjadi Kebun Desa. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia di Desa Lamundre.

Sementara di bidang perikanan, mahasiswa Fakultas Perikanan memberikan sosialisasi pencegahan penyakit udang vaname melalui penerapan manajemen biosekuriti tambak.

Edukasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pembudidaya mengenai pentingnya langkah pencegahan penyakit. Dengan manajemen yang lebih baik, risiko gangguan kesehatan udang dan kegagalan panen diharapkan dapat ditekan sehingga produktivitas budidaya tetap terjaga.

Pendidikan Jadi Perhatian

Bidang pendidikan juga menjadi salah satu fokus utama mahasiswa KKN UHO.

Di SDN 1 dan SDN 2 Lamundre, mahasiswa menghadirkan GEKAS (Game Edukasi Kuis) dan KOMIK (Kolase Kreatif Sampah Anorganik) sebagai metode pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan.

Program tersebut tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi, tetapi mendorong mereka untuk aktif berpartisipasi melalui permainan edukatif dan kegiatan kreatif.

Mahasiswa juga menggelar sosialisasi Anti-Bullying untuk membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.

Sementara bagi siswa SMP, mahasiswa menghadirkan Media Literacy Camp (CERDAS). Program ini memberikan pembekalan mengenai kemampuan membedakan informasi berupa fakta dan opini, sekaligus mendorong siswa agar lebih bijak dalam menggunakan media digital.

Dari Sampah hingga Fasilitas Sekolah

Kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan diwujudkan melalui sejumlah program sederhana tetapi aplikatif.

Salah satunya pembangunan Rocket Stove, alat pembakaran sampah yang dirancang menghasilkan emisi asap lebih rendah. Selain itu, botol plastik bekas dimanfaatkan menjadi pot gantung untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.

Mahasiswa juga membuat plang nama SDN 2 Lamundre sebagai bagian dari upaya mendukung fasilitas dan identitas lingkungan pendidikan di desa tersebut.

Turut Hidupkan Festival Kemerdekaan

Selain program pengabdian, mahasiswa KKN UHO turut mengambil bagian dalam menyukseskan Festival Kemerdekaan Desa Lamundre dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bersama pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat, mahasiswa terlibat dalam berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pawai, perlombaan hingga malam ramah tamah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara mahasiswa dan masyarakat.

Koordinator Desa KKN, Toy Alfian Ramadhan, mengatakan seluruh program dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama mahasiswa berada di desa.

«“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang nyata dan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Semoga seluruh program yang telah dilaksanakan dapat dijaga, dikembangkan, dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.»

Selama 30 hari, pelaksanaan program KKN tersebut berlangsung melalui koordinasi dengan pemerintah desa dan partisipasi masyarakat.

Bagi mahasiswa, pengabdian di Lamundre bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun kolaborasi, mengasah kepedulian sosial, serta mendorong masyarakat memanfaatkan potensi desa secara mandiri dan berkelanjutan.

Dari pupuk organik, kebun desa, budidaya udang, edukasi sekolah, literasi digital hingga pengelolaan lingkungan, mahasiswa KKN UHO berupaya meninggalkan jejak pengabdian yang dapat terus dilanjutkan setelah masa 30 hari mereka berakhir.Kalau ingin, saya juga bisa buatkan versi lebih “menggigit” dengan gaya headline media nasional, termasuk 5 pilihan judul yang lebih kuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *