KONAWE SELATAN, KABENGGA. ID. (29 Agustus 2026).— Aktivitas tambang pasir dan kegiatan PT Merbau Jaya di Kecamatan Sabulakoa, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), mendapat sorotan dari masyarakat. Sejumlah keluhan warga disebut berkaitan dengan debu yang beterbangan serta kondisi jalan yang dinilai belum mendapat penanganan optimal.

Tokoh pemuda Kecamatan Sabulakoa, Dedy Saputra Tawulo, mengatakan keluhan masyarakat perlu mendapat perhatian pemerintah maupun pihak perusahaan.

Menurut Dedy, aktivitas kendaraan pengangkut material di kawasan tersebut disebut membuat debu beterbangan dan masuk ke sejumlah rumah warga.

“Keluhan warga cukup banyak. Debu dari jalan masuk ke rumah sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Kondisi seperti ini perlu segera mendapat perhatian,” kata Dedy.

Ia juga mengkhawatirkan paparan debu dalam jangka panjang dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Namun, terkait dugaan gangguan kesehatan tersebut, diperlukan pemeriksaan dan data dari pihak berwenang atau tenaga kesehatan untuk memastikan dampaknya.

Selain persoalan debu, Dedy menyoroti kondisi infrastruktur jalan yang menurutnya belum diperbaiki secara optimal. Ia mengingatkan kondisi jalan berpotensi semakin buruk ketika memasuki musim hujan.

“Kalau musim hujan, kami khawatir kondisi jalan semakin rusak. Karena itu, persoalan ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.

Minta Pemerintah Turun Tangan

Dedy meminta pemerintah setempat memfasilitasi penyelesaian persoalan antara masyarakat dan pihak perusahaan. Ia menilai perlu ada langkah konkret untuk memastikan aktivitas usaha tetap berjalan tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar.

Apabila keluhan warga tidak mendapat respons, Dedy mengatakan masyarakat dapat mempertimbangkan langkah penghentian aktivitas tambang pasir sebagai bentuk desakan agar persoalan tersebut segera diselesaikan.

“Kalau tidak ada perhatian dan solusi, kami mendorong agar aktivitas yang dikeluhkan masyarakat dievaluasi, termasuk kemungkinan penghentian sementara sampai ada penyelesaian,” katanya.

Sementara itu, pemerintah desa di wilayah Asaria dan Wawobende, Kecamatan Sabulakoa, disebut telah menyampaikan sikap tegas terkait persoalan tersebut. Jika tidak ada tindak lanjut, muncul rencana untuk mengambil langkah terhadap akses jalan yang menjadi titik keluhan warga.

Dedy juga meminta Camat Sabulakoa turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat dan mempertemukan pihak-pihak terkait.

“Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat. Jangan sampai persoalan ini semakin besar karena tidak segera ditangani,” tegasnya.

Menunggu Klarifikasi Pihak Terkait

Hingga berita ini disusun, klaim mengenai dampak aktivitas tambang, kondisi jalan, maupun dugaan gangguan kesehatan masyarakat masih merupakan pernyataan dan keluhan dari pihak yang dikutip dalam berita ini dan belum menjadi kesimpulan hukum atau hasil pemeriksaan resmi.

Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi PT Merbau Jaya, pengelola tambang pasir, pemerintah desa, Camat Sabulakoa, maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai aktivitas, pengelolaan dampak lingkungan, kondisi jalan, serta langkah penanganan yang telah dilakukan.

Keterangan dari pihak-pihak tersebut penting agar pemberitaan memberikan gambaran yang berimbang dan tidak mendahului proses pemeriksaan maupun kesimpulan dari instansi yang berwenang.(Redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *