BOMBANA, KABENGGA.ID — Operasi pencarian dan pertolongan terhadap seorang nelayan yang diduga terjatuh dari longboat di Perairan Kabaena, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berakhir tragis. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim SAR menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir keberadaannya.

Korban diketahui bernama La Parinta (62), warga Desa Lambale, Kecamatan Kabaena Timur. Ia sebelumnya dilaporkan diduga terjatuh dari longboat saat melaut. Kondisi tersebut memicu operasi pencarian yang melibatkan tim SAR untuk menemukan korban di tengah perairan Kabaena.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 01.30 Wita. Tim menemukan korban sekitar 3,85 nautical mile (NM) ke arah utara dari lokasi kejadian. Namun, harapan untuk menemukan korban dalam keadaan selamat harus berakhir dengan kepastian paling pahit: La Parinta ditemukan telah meninggal dunia.

PH Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Iwan Gunawan, membenarkan penemuan tersebut. Berdasarkan laporan tim di lapangan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah proses pencarian dilakukan di sekitar wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi kejadian.

Penemuan korban menjadi titik akhir operasi SAR yang sebelumnya diarahkan untuk memastikan keberadaan nelayan tersebut. Medan pencarian di wilayah perairan menuntut ketelitian tim dalam menyisir area yang cukup luas, terlebih korban diduga terjatuh dari longboat sehingga titik keberadaannya tidak dapat dipastikan secara langsung.

Kasus ini sekaligus kembali memperlihatkan tingginya risiko yang dihadapi nelayan ketika beraktivitas di laut. Jatuh dari longboat di tengah perairan bukan sekadar insiden biasa, tetapi situasi darurat yang dapat dengan cepat berubah menjadi tragedi ketika korban sulit ditemukan atau tidak segera mendapatkan pertolongan.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan terhadap La Parinta dinyatakan berakhir. Fokus selanjutnya adalah proses penanganan korban dan penyerahan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Tragedi La Parinta menyisakan duka bagi keluarga dan masyarakat Desa Lambale. Di sisi lain, insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan saat melaut tidak boleh ditempatkan sebagai urusan sekunder. Setiap perjalanan ke laut membawa risiko, dan setiap kecelakaan di perairan dapat berubah menjadi operasi pencarian dengan konsekuensi yang tidak selalu berakhir pada keselamatan korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *