KONAWEE KEPULAUAN ,KABENGGA.ID.— Kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Bobolio, Kecamatan Wawonii Selatan, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, mendapat sorotan. Seorang mahasiswa asal Desa Bobolio, Muhammad Rijal, meminta Dinas Kesehatan Konkep turun tangan mengevaluasi pelayanan dan kedisiplinan tenaga medis, khususnya terkait kehadiran dokter di fasilitas kesehatan tersebut.

Sorotan itu disampaikan Rijal pada Minggu (23/8/2026). Ia mengaku menerima dan menemukan keluhan masyarakat terkait dugaan sulitnya mengakses dokter ketika warga membutuhkan pelayanan kesehatan, termasuk dalam kondisi yang dinilai membutuhkan respons cepat.

Bagi masyarakat Wawonii Selatan, persoalan tersebut dinilai bukan perkara sepele. Puskesmas Bobolio menjadi salah satu fasilitas kesehatan penting bagi warga di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses menuju pusat pemerintahan dan rumah sakit di wilayah kabupaten.

Kondisi geografis membuat masyarakat tidak bisa dengan mudah mendapatkan layanan alternatif ketika pelayanan di tingkat puskesmas tidak berjalan optimal. Karena itu, keberadaan tenaga medis, terutama dokter, dinilai memiliki arti penting dalam memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan.

“Kami menghormati dedikasi tenaga medis. Namun, masyarakat resah karena beberapa kali datang berobat, dokter tidak berada di tempat atau respons terhadap pasien darurat dinilai lambat,” ujar Muhammad Rijal.

Rijal menegaskan, kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menyerang atau mengkriminalisasi tenaga kesehatan. Menurutnya, kritik terhadap pelayanan publik merupakan bagian dari kontrol sosial agar pemerintah dapat memastikan fasilitas kesehatan benar-benar memberikan pelayanan sebagaimana mestinya.

“Kami tidak menyerang pribadi. Ini soal hak warga negara mendapatkan pelayanan kesehatan yang profesional dan tidak diskriminatif,” tegasnya.

Minta Dinkes Turun Tangan

Atas kondisi tersebut, Rijal meminta Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan melalui Dinas Kesehatan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Puskesmas Bobolio.

Pertama, ia meminta dilakukan evaluasi terhadap standar pelayanan dan pelaksanaan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bobolio, termasuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kedua, Dinas Kesehatan diminta memeriksa aspek kedisiplinan dan kehadiran tenaga medis, termasuk kesesuaian dengan jadwal penugasan serta mekanisme pelayanan ketika dokter tidak berada di tempat.

Ketiga, pemerintah daerah diminta memastikan adanya sistem penanganan pasien gawat darurat yang jelas, cepat, dan dapat diakses masyarakat setiap saat sesuai kapasitas fasilitas kesehatan tersebut.

Keempat, Rijal mendorong Puskesmas Bobolio membuka ruang pengaduan dan memberikan penjelasan secara transparan terhadap keluhan masyarakat.

Terakhir, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya pelanggaran disiplin atau ketidaksesuaian dalam pelaksanaan tugas, ia meminta pemerintah daerah mengambil langkah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan aturan profesi yang berlaku.

Jangan Biarkan Geografi Menjadi Alasan

Menurut Rijal, tantangan geografis daerah kepulauan memang tidak bisa dipungkiri. Namun, keterbatasan akses justru seharusnya menjadi alasan pemerintah memperkuat pelayanan, bukan membiarkannya berjalan tanpa evaluasi.

Apalagi, masyarakat yang berada jauh dari rumah sakit sangat bergantung pada fasilitas kesehatan tingkat pertama sebagai tempat memperoleh pertolongan awal.

“Kami tidak menutup mata terhadap kesulitan pelayanan medis di daerah terpencil. Tetapi jika ada keluhan mengenai lambannya respons terhadap pasien, itu harus diperiksa. Jangan sampai masyarakat di wilayah kepulauan merasa dianaktirikan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah mempertimbangkan penguatan tenaga kesehatan, sistem komunikasi dan rujukan, pemanfaatan telemedisin, serta insentif yang memadai bagi tenaga medis yang bertugas di wilayah terpencil dan kepulauan.

Publik Menunggu Langkah Konkret

Rijal berharap persoalan ini tidak berhenti sebagai polemik antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Ia meminta Dinas Kesehatan Konkep melakukan pemeriksaan secara objektif dengan mendengarkan keterangan masyarakat, pihak puskesmas, tenaga medis, serta pihak terkait lainnya.

Dengan demikian, persoalan yang sebenarnya dapat diketahui secara terang dan langkah perbaikan dapat dilakukan berdasarkan fakta, bukan sekadar asumsi.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari Dinas Kesehatan Konawe Kepulauan maupun manajemen Puskesmas Bobolio mengenai keluhan yang disampaikan Muhammad Rijal.

Publik kini menunggu respons pemerintah daerah. Sebab, bagi masyarakat di wilayah kepulauan, pelayanan kesehatan yang cepat, layak, dan dapat diandalkan bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan kebutuhan mendasar yang menyangkut keselamatan warga.

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *