Ranomentaa, Kabengga.Id. (21 Agustus 2026 ). — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo (UHO) di Kelurahan Ranomentaa, Kecamatan Toari, Kabupaten Kolaka, melaksanakan pelatihan pembuatan briket berbahan dasar tempurung kelapa bagi masyarakat setempat pada Rabu (12/8/2026).
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN yang bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan limbah tempurung kelapa menjadi produk yang bernilai guna. Melalui pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan pada proses pengolahan tempurung kelapa menjadi briket yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif bahan bakar.
Pelatihan berlangsung secara interaktif. Sebelum memasuki tahap praktik, mahasiswa KKN terlebih dahulu menjelaskan bahan-bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan briket, termasuk bahan perekat yang digunakan dalam proses pencampuran.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa juga memperkenalkan alternatif pemanfaatan limbah plastik tertentu sebagai bahan perekat melalui proses pengolahan yang tepat dan aman. Penjelasan tersebut diberikan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar juga dapat dimanfaatkan secara kreatif dalam pengolahan briket.
Selanjutnya, mahasiswa memperagakan tahapan pembuatan briket secara langsung, mulai dari pengolahan tempurung kelapa menjadi arang, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, hingga proses pencetakan dan pengeringan.
Masyarakat yang hadir turut dilibatkan dalam proses praktik sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga dapat melihat dan memahami secara langsung tahapan pembuatan briket.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta aktif mengikuti proses pelatihan dan berdiskusi mengenai pemanfaatan tempurung kelapa serta potensi pengembangan briket di lingkungan masyarakat.
Salah satu tanggapan datang dari Kepala Lingkungan 4 Kelurahan Ranomentaa yang turut mengikuti kegiatan tersebut.
«“Oh iya, bagus ini. Pelatihan ini sangat bermanfaat, terutama bagi yang sudah mengolah kelapanya menjadi kopra. Kami jadi tahu bahwa tempurungnya juga bisa diolah seperti ini,” ujarnya saat mengikuti pelatihan.»
Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai pemanfaatan bagian kelapa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Tempurung kelapa yang selama ini lebih sering dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UHO berharap masyarakat dapat melihat potensi lain dari limbah tempurung kelapa dan mengembangkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi serta sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan tempurung kelapa menjadi briket juga berpotensi memberikan nilai tambah apabila dikembangkan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, masyarakat dapat mengembangkan alternatif pemanfaatan limbah yang lebih produktif.
Pelatihan pembuatan briket ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UHO dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui inovasi sederhana berbasis potensi lokal. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar bersama masyarakat mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dengan semangat pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa KKN Reguler Berdampak Batch II UHO berharap ilmu dan keterampilan yang telah dibagikan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat Kelurahan Ranomentaa, bahkan setelah masa KKN berakhir.
Dari tempurung kelapa yang sederhana, lahir sebuah gagasan untuk menciptakan energi alternatif sekaligus menjaga lingkungan.
