MUNA,KABENGGA.ID.— Kondisi Jalan Poros Marobo–Wadolao yang semakin memprihatinkan kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah titik mengalami kerusakan, sementara badan jalan yang semakin sempit membuat pengguna jalan harus meningkatkan kewaspadaan saat melintas.

Kondisi tersebut menjadi persoalan serius, terutama ketika dua kendaraan berpapasan. Ruas jalan yang terbatas berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika arus kendaraan meningkat atau jarak pandang pengendara terganggu.

Bagi masyarakat, jalan tersebut bukan sekadar akses penghubung antarwilayah. Ruas ini menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan masyarakat, serta mobilitas warga sehari-hari. Karena itu, kerusakan dan penyempitan badan jalan dinilai tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut.

Salah satu pemuda Desa Wadolao, Husen, turut menyuarakan keresahan warga. Ia berharap pemerintah dan pihak terkait turun langsung untuk melihat kondisi jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

“Kami yang setiap hari melewati jalan ini sangat merasakan kondisi jalan yang rusak dan semakin sempit. Ketika kendaraan berpapasan, pengendara harus ekstra hati-hati. Kami berharap pemerintah juga bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat, bukan hanya mengetahui kondisi ini dari laporan,” ujar Husen.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan perhatian dan penanganan yang nyata. Jangan sampai warga terus dihadapkan pada kondisi jalan yang rusak dan menyempit, sementara aspek keselamatan pengguna jalan belum mendapat perhatian maksimal.

Masyarakat berharap pemerintah setempat tidak menutup mata terhadap kondisi Jalan Poros Marobo–Wadolao. Pemeriksaan lapangan dan langkah penanganan dinilai penting untuk memastikan akses masyarakat tetap aman dan layak digunakan.

Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan infrastruktur, tetapi menyangkut keselamatan dan kepentingan masyarakat yang setiap hari bergantung pada akses tersebut.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *