KENDARI – Memasuki hari kedua pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan suasana yang penuh semangat dan inspiratif. Bertempat di Aula Fakultas Hukum UHO, Dekan Fakultas Hukum, Dr. Heryanti, S.H., M.H., secara langsung mengawali rangkaian kegiatan dengan menyambut ratusan mahasiswa baru yang akan menempuh pendidikan sebagai calon sarjana hukum.
Dalam sambutannya, Dr. Heryanti memperkenalkan seluruh unsur pimpinan Fakultas Hukum, mulai dari para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, para dosen, hingga tenaga kependidikan. Pengenalan tersebut bertujuan membangun kedekatan antara sivitas akademika dengan mahasiswa baru sehingga tercipta lingkungan akademik yang inklusif, nyaman, dan kondusif bagi proses pembelajaran.
Pada kesempatan tersebut, Dekan juga memperkenalkan Dr. Herman, S.H., LL.M. sebagai salah satu kebanggaan Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo yang tengah mengikuti proses pemilihan Calon Rektor Universitas Halu Oleo. Kehadiran Dr. Herman menjadi inspirasi bagi mahasiswa baru bahwa Fakultas Hukum memiliki sumber daya manusia yang berkualitas dan dipercaya untuk berkontribusi dalam kepemimpinan universitas.
Usai sesi perkenalan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi bertajuk “Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.” Materi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam PKKMB sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, serta tanggung jawab mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.
Dr. Heryanti menjelaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki karakter, integritas, serta kepedulian terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, mahasiswa hukum memiliki tanggung jawab yang lebih besar karena kelak akan menjadi bagian dari profesi yang menjaga tegaknya keadilan dan supremasi hukum di Indonesia.
“Bela negara bukan hanya diwujudkan melalui pengabdian sebagai aparat pertahanan, tetapi juga melalui kesungguhan belajar, kejujuran dalam menjalani kehidupan akademik, menghormati keberagaman, menaati hukum, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sesuai bidang keilmuan yang dimiliki,” tegas Dr. Heryanti di hadapan mahasiswa baru.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari ancaman fisik, tetapi juga dari penyebaran informasi yang menyesatkan, rendahnya integritas, intoleransi, serta melemahnya rasa persatuan. Oleh karena itu, mahasiswa harus menjadi generasi yang kritis, berwawasan luas, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui materi tersebut, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Sebagai insan akademik, mereka diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, keadilan, persatuan, demokrasi, dan supremasi hukum.
Penyampaian materi ini memiliki tujuan untuk membentuk mahasiswa baru yang memiliki karakter kebangsaan yang kuat, memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, menumbuhkan kesadaran bela negara, memperkuat integritas akademik, serta mempersiapkan generasi muda yang mampu menjadi pemimpin dan penegak hukum yang profesional, beretika, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa baru mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian serta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan.
Sejumlah mahasiswa mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan. Mereka tidak hanya memahami kehidupan kampus, tetapi juga mendapatkan motivasi mengenai pentingnya menjaga integritas, meningkatkan disiplin, serta menanamkan rasa cinta tanah air sejak awal memasuki dunia perguruan tinggi.
Melalui pelaksanaan hari kedua PKKMB ini, Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya akademik yang berkualitas sekaligus membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan, integritas moral, kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Di bawah kepemimpinan Dr. Heryanti, S.H., M.H., Fakultas Hukum terus berupaya melahirkan generasi penegak hukum yang adaptif terhadap perkembangan zaman, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara.(redaksi).
