KENDARI,KABENGGA.ID. – Pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Kabawo, Kabupaten Muna, menuai sorotan dari sejumlah elemen masyarakat. Kegiatan yang dinilai berlangsung sederhana memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas koordinasi dan kepemimpinan di tingkat kecamatan.
Rival Tuminda menilai momentum peringatan kemerdekaan seharusnya menjadi ajang memperkuat persatuan sekaligus membangkitkan semangat kebersamaan masyarakat. Menurutnya, sangat disayangkan apabila Kecamatan Kabawo yang memiliki banyak desa, sekolah, serta potensi sumber daya manusia justru menggelar perayaan dalam skala yang dinilai terbatas.
Ia berpendapat, alasan efisiensi anggaran semestinya tidak menjadi hambatan untuk menghadirkan peringatan HUT RI yang lebih semarak. Menurutnya, pemerintah kecamatan dapat membangun kolaborasi dengan pemerintah desa, satuan pendidikan, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga pihak ketiga untuk mendukung berbagai kegiatan.
“Kecamatan Kabawo memiliki sumber daya yang besar. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, perayaan HUT RI seharusnya bisa lebih semarak tanpa semata-mata bergantung pada anggaran pemerintah,” ujar Rival Tuminda, Jumat (31/7/2026).
Ia menilai kondisi tersebut memunculkan harapan masyarakat agar pemerintah kecamatan mampu memperkuat komunikasi lintas sektor dan membangun kolaborasi yang lebih efektif sehingga peringatan Hari Kemerdekaan benar-benar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Selain menyoroti pelaksanaan HUT RI, Rival mengatakan sebagian masyarakat juga masih mengingat berbagai pro dan kontra yang pernah berkembang ketika Camat Kabawo menjabat sebagai Lurah Laimpi. Menurutnya, saat itu sempat muncul keluhan dan beragam persepsi di tengah masyarakat terkait pelaksanaan program sumur bor yang oleh sebagian warga dikaitkan dengan dinamika politik pada masa pemilihan kepala daerah.
Ia menegaskan bahwa terlepas dari benar atau tidaknya persepsi tersebut, isu itu sempat menjadi pembicaraan publik dan masih menjadi catatan bagi sebagian masyarakat. Karena itu, ia menilai setiap kebijakan pemerintah perlu dijalankan secara profesional, transparan, dan akuntabel agar tidak memunculkan keraguan di tengah masyarakat.
“Karena itu, masyarakat berharap setiap kebijakan dan program pemerintah dijalankan secara profesional, transparan, serta bebas dari kepentingan politik praktis agar tidak menimbulkan keraguan terhadap integritas pelayanan publik,” katanya.
Rival menegaskan kritik yang disampaikannya bukan ditujukan untuk menyerang individu atau pihak tertentu. Menurutnya, kritik tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dorongan agar tata kelola pemerintahan di Kecamatan Kabawo semakin baik.
“Kritik ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kemajuan Kecamatan Kabawo. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang responsif, mampu merangkul seluruh elemen, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat tanpa menimbulkan ruang bagi berbagai persepsi negatif,” tutup Rival Tuminda,(redaksi).
