Kendari – Prabowo Subianto berencana menggelar lomba kota paling bersih dengan hadiah Rp20 miliar bagi lima kota terbaik sebagai upaya mendorong pemerintah daerah (pemda) meningkatkan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.
Dalam pidatonya pada Akad Massal 62 ribu unit KPR Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7).
Prabowo menyebut pemerintah akan memberikan insentif dalam bentuk anggaran, bukan sekadar penghargaan simbolis agar pemerintah daerah memiliki motivasi lebih besar untuk menjaga kebersihan wilayahnya.
“Kita bikin lomba, kota tebersih, kota tebersih 1, 2, 3, 4, 5. Perlu enggak kota terjorok? Yang penting kota tebersih, kita kasih nanti insentif. Kota tebersih kita kasih kalau bisa Rp20 miliar, lima kota tebersih Rp20 miliar. Lima kota di bawahnya Rp10 miliar, dan sebagainya,” ujar Prabowo dipantau melalui siaran Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis.
Menurut Prabowo, pemberian insentif lebih bermanfaat dibandingkan hanya memberikan piala kepada daerah yang berprestasi.
Ia menegaskan seluruh elemen pemerintah harus memiliki tekad untuk mewujudkan kota, sungai, dan saluran air yang bersih.
Lebih jauh Prabowo meminta gubernur, bupati, wali kota, hingga jajaran TNI dan Polri aktif turun langsung memantau kondisi lingkungan setiap hari.
Selain itu, Prabowo juga meminta para kepala daerah tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi rutin berkeliling untuk memastikan kebersihan lingkungan, menegur warga maupun pelaku usaha yang mengabaikan kebersihan.
“Kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya, lihat di depan rumahnya jorok, tegur. Toko yang tidak mau jaga kebersihan, tegur, berkali-kali ditegur tidak mau, ya sudah, panggil tim gabungan, Kejaksaan sama Polri gabung,” tegas Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu kebersihan, melainkan menyangkut martabat bangsa.
Presiden mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari ketua RT dan RW, pengurus koperasi, pengurus masjid, aparatur sipil negara (ASN), hingga direksi BUMN untuk bergotong royong membersihkan lingkungan secara rutin.
Menurutnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat akan menjadi kunci menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus memperkuat budaya disiplin dan kepedulian terhadap kebersihan di seluruh Indonesia (redaksi)
