KONAWE,KABENGGA.ID. – Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, menegaskan pentingnya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sejak usia dini. Dalam kunjungan kerjanya ke SD IT ‘Aisyiyah Konawe, Sabtu (18/7/2026), ia mengajak para siswa mempersiapkan diri menghadapi era global dengan menguasai bahasa asing, literasi digital, serta membangun karakter yang kuat.
Di hadapan ratusan siswa, guru, dan jajaran sekolah, Dzulfikar menekankan bahwa tantangan dunia kerja di masa depan akan semakin kompetitif. Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga harus mampu membentuk generasi yang disiplin, adaptif, dan memiliki integritas.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi negara maju sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya. Investasi terbaik bagi bangsa, kata dia, adalah menghadirkan pendidikan yang mampu melahirkan anak-anak berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan zaman.
“Masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Karena itu, pendidikan karakter, kedisiplinan, literasi, dan kemampuan beradaptasi harus ditanamkan sejak dini. Anak-anak kita harus tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan siap menghadapi dunia yang semakin kompetitif,” ujar Dzulfikar.
Ia menjelaskan, Kementerian P2MI kini tidak hanya berfokus pada pelindungan pekerja migran Indonesia, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menyiapkan SDM unggul sejak bangku sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui edukasi agar generasi muda memiliki kompetensi, keterampilan, dan pemahaman mengenai peluang kerja internasional yang aman, legal, dan profesional.
Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif, Dzulfikar mengajak para siswa untuk berani bermimpi besar dan tidak membatasi cita-cita hanya pada lingkungan sekitar. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing, penguasaan teknologi digital, serta karakter yang tangguh akan menjadi modal utama untuk bersaing di tingkat global.
Sementara itu, Kepala SD IT ‘Aisyiyah Konawe, Sri Sumartin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Menteri P2MI. Ia menilai kehadiran pejabat pemerintah di lingkungan sekolah menjadi suntikan motivasi bagi peserta didik sekaligus penguatan semangat bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Menurut Sri Sumartin, kunjungan tersebut semakin mempertegas komitmen sekolah dalam membangun pendidikan yang seimbang antara keunggulan akademik, pembinaan karakter, dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai fondasi mencetak generasi unggul.
Kegiatan itu turut dihadiri pimpinan sekolah, perwakilan Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, unsur Pemerintah Kabupaten Konawe, para guru, serta ratusan peserta didik. Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia pendidikan, diharapkan lahir generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing global, dan siap menjadi pilar utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.(redaksi).
