KENDARI,KABENGGA.ID. – Wakil Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang Laode Arukun mengapresisi langkah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Polda Metro Jaya dalam mengusut tuntas dugaan korupsi pasokan batu bara dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan Jaksa Agung Muda Febrie Adriansyah.

Arukun mengapresiasi kinerja penyidik yang bergerak cepat melakukan penggeledahan di De’Clan Signature Cipete, Koin Money Changer, dan sebuah rumah di Sentul.

Dari serangkaian penggeledahan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai setengah triliyun.

“perkara ini harus ditangani secara serius mengingat temuan barang bukti yang sangat fantastis dan membuat heboh publik.” tegas Arukun.

Arukun juga menyoroti Anomali Febri yang seperti beretorika saat melakukan konperensi pers.

Febri mengatakan uang ini ada pemiliknya, lalu kenapa sebanyak itu di tumpuk di tempatnya dan untuk kepentingan apa sedangkan publik tau febri adalah Jaksa Agung muda yang banyak menangani kasus-kasus korupsi kelas kakap.

Arukun juga meyakini ini adalah persoalan paling besar yang muncul di Tahun 2026 karena sosok febri sendiri banyak menangani kasus korupsi besar dan anomalinya justru febri menyimpan setengah triliun lebih aset yang sampai hari ini belum terbongkar kepemilikannya.

Selain itu arukun menambahkan bahwa negara hukum harus lebih kuat daripada Ego Institusi.

“Peristiwa ini merupakan ujian bagi pemerintahan Presiden Prabowo. Pemerintah harus membuktikan bahwa koordinasi penegakan hukum tidak boleh kalah oleh ego sektoral, rivalitas institusi, maupun loyalitas personal karena Tugas negara adalah memastikan hukum yang menang”.

Ia menambahkan bahwa perkara yang menyita perhatian masyarakat ini berpotensi menjadi salah satu ujian terbesar bagi komitmen presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Menurutnya, konsistensi penegakan hukum akan menjadi tolok ukur apakah prinsip equality before the law benar-benar diterapkan terhadap seluruh warga negara, termasuk pejabat tinggi negara.

Arukun berharap penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya dapat menuntaskan penyelidikan secara komprehensif dengan mengungkap asal-usul aset, aliran dana, serta pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Ia juga meminta seluruh institusi terkait memberikan dukungan terhadap proses penegakan hukum tanpa intervensi dari pihak manapun.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *