KENDARI,KABENGGA.ID.– Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Sulawesi Tenggara (AMAKS) menyoroti kondisi Gerbang Wisata Toronipa yang kembali mengalami kerusakan dan hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan memadai dari pihak terkait. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan publik mengenai kualitas pembangunan proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Wakil Ketua AMAKS, Samsul, mengatakan Gerbang Wisata Toronipa yang sebelumnya digadang-gadang sebagai ikon wisata daerah dengan desain menyerupai London Bridge justru kembali menjadi sorotan akibat kerusakan yang muncul dalam waktu relatif singkat setelah dilakukan perbaikan.

“Bangunan yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan daerah justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik berhak mengetahui bagaimana kualitas pekerjaan proyek tersebut, mengingat anggaran yang digunakan mencapai puluhan miliar rupiah,” ujar Samsul.

Sorotan masyarakat semakin menguat setelah beredar informasi bahwa bagian dinding bangunan yang tampak seperti konstruksi beton utuh diduga hanya berupa ruang kosong yang dilapisi material Glassfibre Reinforced Concrete (GRC) atau papan semen. Informasi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dan pertanyaan terkait spesifikasi teknis serta kualitas material yang digunakan dalam pembangunan gerbang wisata tersebut.

Menurut Samsul, penggunaan anggaran daerah yang disebut mencapai sekitar Rp32 miliar hingga Rp33,8 miliar harus diimbangi dengan kualitas bangunan yang memadai, aman, serta memiliki daya tahan sesuai umur konstruksi yang direncanakan.

“Kerusakan yang berulang tentu menimbulkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penggunaan anggaran, proses pengawasan pekerjaan, serta kesesuaian antara pelaksanaan proyek dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan,” katanya.

Diketahui, setelah gelombang kritik masyarakat mencuat pada 2024, pihak kontraktor sempat melakukan perbaikan menyeluruh terhadap bagian gerbang pada akhir September tahun yang sama. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, bangunan tersebut kembali mengalami kerusakan pada April 2026 sehingga memunculkan kritik baru terkait kualitas hasil perbaikan yang telah dilakukan.

Atas kondisi tersebut, AMAKS mendesak pemerintah daerah, instansi teknis terkait, serta aparat pengawas internal maupun eksternal untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek Gerbang Wisata Toronipa. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan pembangunan yang menggunakan uang rakyat dilaksanakan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kualitas konstruksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap proyek-proyek pembangunan daerah. Kami meminta adanya keterbukaan informasi kepada publik mengenai spesifikasi bangunan, hasil pengawasan, serta langkah konkret yang akan dilakukan untuk memperbaiki kerusakan yang kembali terjadi,” tegasnya.

AMAKS menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan anggaran negara dan memastikan setiap pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Sulawesi Tenggara.Alternatif judul yang lebih tajam:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *