Kendari – Dalam rangka memaksimalkan progres demi keberlangsungan organisasi dan regenerasi kepemimpinan, kader GMNI Sulawesi Tenggara desak pengurus DPD GMNI Sultra akan segera menyelenggarakan Konferensi Daerah yang ke III.
Menurut, Rasmin Jaya yang juga Eks Ketua DPC GMNI Kendari kondisi fakumnya DPD GMNI Sulawesi Tenggara tak bisa kita anggap sepele apa lagi sebelah mata.
”Semua kader harus punya perhatian serius apa lagi demi berjalannya estafet regenerasi,” Teganya.
Tak hanya itu, sebagai respon balik atas dinamika internal GMNI Sulawesi Tenggara menurutnya DPD GMNI Sultra perlu menjadi instrumen untuk menyelesaikan segala polemik yang terjadi agar tidak berlarut-larut.
”DPD GMNI Sulawesi Tenggara harus menjadi corong dan membuka ruang dialog untuk meminimalisir dinamika yang kontraproduktif yang justru akan merugikan kita semua di tubuh GMNI Sulawesi Tenggara,” Harapnya.
Tak hanya itu, untuk saat ini DPD GMNI Sulawesi Tenggara segera mengambil langkah-langkah organisasi yang strategis dan taktis agar dinamika ini tidak panjang.
Harapannya, pengurus DPD GMNI Sultra segera menyelenggarakan Konferensi Daerah agar segala progres dan program bisa di jalankan dalam periode kepengurusan selanjutnya.
Ia meyakini, forum tersebut menjadi instrumen dan ruang yang pas dan tepat, apalagi melihat dinamika internal GMNI Sulawesi Tenggara merasa perlu DPD untuk mengambil sikap cepat, tepat dan tegas, sebagai langkah strategis dan taktis untuk menjadi jembatan penyelesaian dinamika internal tersebut.
”Saya pikir dinamika sesuatu hal yang lumrah dalam organisasi yang juga bisa mendewasakan kita semua, tetapi jika orientasinya hanya berbantah bantahan, menimbulkan sentimen dan ujaran kebencian yang kontraproduktif. Saya pikir perlu ada atensi untuk menjaga marwah dan eksistensi gerakan ini,” Bebernya.
Tak hanya itu, di forum Konferensi Daerah juga menjadi kewajiban organisasi di tingkat cabang untuk mengetahui dan mengevaluasi program apa saja yang sudah berjalan dalam kepengurusan DPD GMNI Sulawesi Tenggara.
”Saya pikir sudah waktunya juga untuk melakukan Konferensi Daerah mengingat kepengurusan DPD sekarang ini sudah tidak berjalan maksimal dan lebih dari 1 Periode kepengurusan, kaderisasi yang mandeg dan sikap politik organisasi yang tidak jelas,” Tegasnya.
Terakhir ia berharap agar menjadikan momentum Konferensi Daerah ini sebagai ruang refleksi, evaluasi dan kritik oto kritik dalam mencari formulasi perbaikan internal GMNI ke kedepan,” tegasnya
Konferensi Daerah ini dilaksanakan berdasarkan hasil kongres XXI di Kota Ambon Provinsi Maluku yang tertuang dalam Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) GMNI.
Ia mengharapkan agar energi, tenaga dan pikiran kita sebagai kader bisa menjadi angin segar pasca dinamika kongres ini untuk lebih memperbaiki dan berbenah agar tatanan organisasi GMNI ke depan semakin bertumbuh dan berkembang seperti apa yang kita harapkan, yakni terus membumikan Marhaenisme di Jazirah Sulawesi Tenggara.
”Kita menegaskan upaya ini harus menjadi bagian konsolidasi organisasi, mengevaluasi program DPD dalam berjalannya kepengurusan serta progres Cabang yang ada di Sulawesi Tenggara,” Harapnya.
Melalui kegiatan Konferda tersebut, DPD GMNI Sulawesi Tenggara serta DPC dapat kembali merumuskan konsep kaderisasi, organisasi dan politik untuk kemajuan organisasi ke depan.
”Masalah-masalah internal akan kita bahas dalam forum tersebut dan di tuntaskan agar tidak berpengaruh dalam menjalankan aktivitas organisasi,” Tegasnya.
Kepada seluruh kader GMNI di Sulawesi Tenggara untuk memberikan seluruh kemampuan dalam menjalankan roda-roda organisasi, dan meningkatkan kolaborasi antar sesama kader, elemen gerakan serta stekholder guna mensinergikan program-program yang akan di jalankan ke depan.
“Pentingnya elaborasi dan komitmen bersama yang harus dilakukan secara dinamis di tekankan kepada kader-kader GMNI agar terus mengaktualisasikan nilai-nilai marhaenisme dalam kehidupan sehari-hari serta kita tidak terbelah dalam internal GMNI di Sulawesi Tenggara,” bebernya.
Sehingga konsolidasi organisasi kepada kader bisa terus dilakukan berkesinambungan, selain itu juga transformasi Kepemimpinan, penguatan kualitas dan kapasitas, pendistribusian kader serta kaderisasi harus menjadi prioritas yang utama,” bebernya diakhir pernyataannya.
Redaksi :
