KONAWE SELATAN,KABENGGA.ID (21 April 2026) —
Kondisi memprihatinkan terjadi di ruas jalan poros Ranomeeto–Ambaipua, Kabupaten Konawe Selatan. Lampu penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur tersebut dilaporkan padam total, menciptakan kegelapan yang membahayakan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan minimnya pencahayaan membuat jarak pandang sangat terbatas. Situasi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
Kesaksian Warga: Nyaris Celaka Berulang Kali
Sorotan keras datang dari Anugrah Halik Saleara, warga Kota Kendari yang mengaku sering melintasi jalur tersebut. Ia menilai kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Sangat bahaya bagi pengendara karena lampu jalan mati dan rawan kecelakaan. Saya sendiri pernah hampir menabrak motor yang tiba-tiba menyeberang ke jalur berlawanan. Untung masih bisa dihindari,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku nyaris menyerempet pejalan kaki akibat keterbatasan visibilitas di malam hari.
“Pernah juga hampir kena orang jalan kaki karena gelap. Ini bukan lagi soal nyaman atau tidak, tapi soal keselamatan,” tegasnya.
Kritik Tajam ke Pemda Konsel
Anugrah menilai pemerintah daerah, khususnya Pemkab Konawe Selatan, terkesan abai terhadap fasilitas publik yang seharusnya menjadi prioritas dasar pelayanan.
“Harusnya Pemda lebih perhatikan sarana publik seperti lampu jalan. Jangan hanya aktif saat ada kunjungan pejabat. Ini menimbulkan tanda tanya besar,” katanya.
Ia juga mempertanyakan transparansi dan pengelolaan anggaran terkait penerangan jalan.
“Kalau ini sarana publik, pasti ada anggaran pemeliharaan dan operasional. Pertanyaannya, anggarannya melekat di mana? Di dinas terkait atau di kecamatan? Apa sudah habis, atau ada indikasi disalahgunakan?” lanjutnya.
Desakan Audit Menguat
Kritik tersebut tidak berhenti pada keluhan semata. Anugrah bahkan membuka kemungkinan membawa persoalan ini ke ranah yang lebih serius apabila tidak ada respons dari pihak terkait.
“Kalau memang ada indikasi penyalahgunaan anggaran, kami siap bawa persoalan ini ke BPK RI untuk diaudit,” tegasnya.
Tunggu Respons Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan maupun instansi teknis terkait mengenai penyebab padamnya lampu jalan di jalur tersebut.
Masyarakat kini menunggu langkah konkret—bukan sekadar janji—untuk mengembalikan fungsi penerangan jalan sebagai bagian vital dari keselamatan publik.
Catatan Redaksi:
Kegelapan di jalan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi cermin dari sejauh mana negara hadir melindungi warganya. Ketika lampu padam, yang ikut redup bukan hanya cahaya—tetapi juga rasa aman.(Redaksi).
