KENDARI, KABENGGA.ID – Ikatan Pemuda Mahasiswa Palangga (IPMAPAL) bersama masyarakat lingkar tambang melontarkan kritik keras terhadap kebijakan perekrutan tenaga kerja yang diterapkan pihak perusahaan.

Mereka menilai proses rekrutmen berlangsung tidak transparan, cenderung tertutup, dan jauh dari prinsip keadilan bagi masyarakat lokal yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas tambang.

Kekecewaan itu memuncak karena warga yang setiap hari menanggung dampak langsung pertambangan—mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga tekanan sosial-ekonomi—justru tidak menjadi prioritas dalam memperoleh pekerjaan.

Ketua IPMAPAL, Pajar Febriansyah, dalam rilis resminya menegaskan, kondisi ini merupakan ironi yang tidak bisa lagi ditoleransi.

“Kami yang setiap hari menghirup debu, menyaksikan kerusakan lahan, dan kehilangan sumber penghidupan, justru diabaikan saat peluang kerja dibuka. Ini bentuk ketidakadilan yang nyata,” tegas Pajar Febriansyah, Senin (12/4/2026).

IPMAPAL juga mempertanyakan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan yang dinilai hanya menjadi slogan tanpa implementasi nyata di lapangan.

Lebih jauh, mereka memperingatkan bahwa praktik rekrutmen yang tidak adil ini berpotensi memicu ketimpangan sosial dan konflik horizontal jika terus dibiarkan.

“Jika perusahaan terus menutup mata, kepercayaan publik akan runtuh. Ini bukan sekadar soal pekerjaan, tapi soal hak dasar masyarakat di tanahnya sendiri,” tambahnya.

Lima Tuntutan Tegas

Sebagai bentuk sikap, IPMAPAL bersama masyarakat lingkar tambang menyampaikan lima tuntutan utama:

1. Transparansi penuh dalam proses perekrutan tenaga kerja.
2. Prioritas utama bagi masyarakat lingkar tambang dalam setiap lowongan pekerjaan.
3. Komitmen nyata dalam pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
4. Evaluasi total terhadap kebijakan rekrutmen yang dinilai tidak berpihak.
5. Pengakuan terhadap masyarakat sebagai pihak terdampak utama, bukan sekadar penonton.

IPMAPAL menegaskan, tuntutan tersebut bukan sekadar aspirasi, melainkan peringatan serius bagi perusahaan.

“Keadilan adalah harga mati. Jika diabaikan, kami tidak akan tinggal diam. Kami siap mengambil langkah lanjutan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat,” tegas Pajar Febriansyah dengan tegas.

Aksi ini disebut sebagai bentuk solidaritas kolektif masyarakat lingkar tambang yang selama ini merasa dikorbankan demi keberlangsungan operasional perusahaan.

Hidup Masyarakat Lingkar Tambang!
Keadilan Adalah Harga Mati!

Dikeluarkan oleh:
Ikatan Pemuda Mahasiswa Palangga (IPMAPAL)
Kendari, 12 April 2026

Ketua:
(Pajar Febriansyah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *