Kabaena Barat — Rencana aktivitas penambangan yang akan dilakukan oleh PT Manyoi di wilayah Kecamatan Kabaena Barat mulai menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Gerakan penolakan dan pengawalan isu ini secara aktif diinisiasi oleh Himpunan Pemuda Pelajar Kabaena Barat Kendari (HIPPMAKABAR Kendari) sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat lokal.

Ketua umum HIPPMAKABAR Kendari “Ashabul Kafhi” menilai bahwa rencana penambangan tersebut perlu dikaji secara transparan dan melibatkan partisipasi masyarakat Kabaena Barat secara menyeluruh. Mereka menegaskan bahwa aktivitas pertambangan berpotensi membawa dampak besar, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan, ruang hidup masyarakat, serta keberlanjutan sumber daya alam di wilayah tersebut.

Selain itu, HIPPMAKABAR Kendari juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait agar lebih selektif dalam memberikan izin pertambangan. Mereka meminta agar aspek Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) benar-benar dikaji secara objektif dan melibatkan masyarakat terdampak secara langsung.

Demisioner Ketua Umum HIPPMAKABAR Kendari “Fatur Rahman” juga menyampaikan bahwa gerakan ini lahir dari keresahan pemuda dan pelajar Kabaena Barat yang melihat masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana operasi PT Manyoi. “Kami tidak menolak pembangunan, namun kami menuntut kejelasan, keterbukaan, dan jaminan bahwa hak-hak masyarakat Kabaena Barat tidak akan dikorbankan,” tegasnya.

Gerakan yang diinisiasi HIPPMAKABAR Kendari ini mendapat respons dari berbagai elemen, mulai dari mahasiswa, tokoh pemuda, hingga masyarakat Kabaena Barat yang berharap agar setiap kebijakan pembangunan tidak mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal dan kelestarian alam.

Ke depan, HIPPMAKABAR Kendari berkomitmen untuk terus mengawal isu penambangan PT Manyoi di Kabaena Barat melalui diskusi publik, aksi damai, serta penyampaian aspirasi kepada pihak-pihak berwenang. Mereka berharap suara pemuda dan pelajar dapat menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang berpihak pada rakyat dan lingkungan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *