Kendari – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) kembali mendapatkan dana untuk peningkatan infrastruktur jalan.
Dukungan dana terse ut melalui Program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahap II tahun anggaran 2025 sebesar Rp 16 miliar.
Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Konkep, Harsin Abdul Rahim belum lama ini.
Dikatakan Ikeberhasilan tersebut tidak lepas dari lobi dan komunikasi intensif Bupati Rifqi Saifullah Razak dan Wakil Bupati Muhamad Farid dengan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara.
“Alhamdulillah, Konkep mendapatkan anggaran pengaspalan sebesar Rp 16 miliar dari program IJD tahap kedua ini. Jika proses kontrak rampung pada Desember, Insyaallah Januari 2026 pekerjaan pengaspalan sudah mulai berjalan,” ujar Harsin.
Dana IJD akan dialokasikan untuk pengaspalan ruas Kekea–Batulu di Kecamatan Wawonii Tenggara.
Ruas ini merupakan jalur vital yang menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik. Kondisi jalan yang memerlukan peningkatan menjadikannya prioritas dalam usulan daerah.
“Peningkatan ruas Kekea–Batulu akan memperlancar mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas antardesa. Ruas ini juga diharapkan menjadi penopang distribusi barang dan jasa di kawasan Wawonii Tenggara,” jelas Harsin.
Pemkab Konkep juga tengah memperjuangkan usulan pengaspalan ruas Mosolo–Waturai melalui program IJD tahun 2026. Ruas tersebut dinilai strategis karena menghubungkan permukiman dengan wilayah produktif dan sentra pelayanan publik.
“Usulan Mosolo–Waturai sudah kami dorong sejak awal tahun. Harapannya pemerintah pusat kembali mengakomodasi kebutuhan infrastruktur jalan di Konkep,” tambahnya.
Selain mengandalkan dana pusat, Pemkab Konkep juga menyiapkan program pemeliharaan menggunakan anggaran daerah. Mulai Januari 2026, PUTR menjadwalkan pemeliharaan dua ruas penting: Nambo Jaya–Mosolo dan Mosolo–Waturai, untuk menjaga kualitas jalan dan mencegah kerusakan yang lebih besar.
Tak hanya itu, melalui APBD 2026, Pemkab Konkep mengalokasikan Rp 7 miliar untuk melanjutkan pengaspalan ruas Munse–Tekonea, yang menjadi jalur penunjang ekonomi masyarakat pesisir.
Seluruh rangkaian program tersebut disebut sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah, mempercepat akses layanan publik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi.
(redaksi)
