Kendari – Kabengga.id ll Proyek penataan kawasan pedestrian Eks MTQ di Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, kini menjadi sorotan tajam warga. Pekerjaan bernilai Rp1,06 miliar itu dinilai abai terhadap estetika dan keselamatan publik.

Pasalnya, pemasangan sloof oleh kontraktor dilakukan tepat di sela-sela akar pohon tua. Sejumlah pohon lain juga tampak miring dan berpotensi tumbang, mengancam keselamatan pekerja maupun warga sekitar. Dalam pantauan Kendariinfo, Selasa (18/11/2025), sebagian area pedestrian sudah terpasang pinggiran beton, namun di beberapa titik terlihat merayap di antara akar-akar yang menyembul.

Arman (34), warga setempat, menilai sejak awal kontraktor seharusnya memprioritaskan penataan pepohonan ketimbang memaksakan pemasangan sloof. Menurutnya, ranting dan dahan yang rawan patah serta akar yang melintang jelas menghambat pekerjaan dan menimbulkan bahaya.

“Pohon dulu yang harus ditata. Kalau ranting dibiarkan patah dan jatuh, itu membahayakan pekerja dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (19/11).

Kritik serupa datang dari Ningsih (30). Ia menilai pekerjaan terkesan terburu-buru. Beberapa sloof, katanya, bahkan terputus-putus karena dipasang di antara akar pohon yang tetap dibiarkan menjulur keluar.

“Kalau dipaksakan begitu, nanti rusak sendiri. Akar itu akan terus tumbuh dan merusak pelataran pedestrian,” tegasnya.

Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Martin Effendi Patulak, membenarkan bahwa proyek ini dibiayai APBD 2025 sebesar Rp1,06 miliar dengan masa kerja 45 hari yang dikerjakan oleh CV Adhiba Jaya Utama.

“Kontraknya sampai akhir Desember,” ujar Effendi kepada awak media, Selasa (18/11).

Ia memastikan penanganan pepohonan akan dilakukan untuk menjamin keamanan pengguna pedestrian. Terlebih, sudah terjadi insiden pohon tumbang yang menimpa truk pengangkut material proyek pada Selasa (18/11).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *