Kendari – Federasi Rakyat Indonesia (FRI) Bombana, Aril, menyoroti kondisi belasan gedung bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bombana yang berada di kawasan Poea, Kecamatan Rumbia Tengah.

Dari 15 gedung yang ada 13 di antaranya dalam kondisi terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Aril, kondisi ini sangat disayangkan mengingat gedung-gedung tersebut sejatinya sempat dimanfaatkan oleh Politeknik Bombana sebagai lokasi perkuliahan dan kegiatan akademik. Namun, pemanfaatan tersebut terhenti lantaran adanya penolakan dari pihak Pemda Bombana dengan alasan bahwa beberapa gedung akan digunakan oleh dua dinas untuk berkantor.

“Alasannya karena dua dinas mau berkantor di situ. Tapi kenyataannya, dari 15 gedung, hanya dua yang dipakai. Sisanya terbengkalai begitu saja. Padahal, politeknik bisa tetap menggunakan gedung lainnya tanpa mengganggu aktivitas dinas,” ungkapnya dalam keterangannya kepada media.

Ia menambahkan, keputusan Pemda yang menolak keberadaan Politeknik Bombana di area tersebut justru merugikan masyarakat dan dunia pendidikan di daerah. Padahal, pemanfaatan gedung-gedung tersebut oleh kampus sebelumnya telah memberikan dampak positif, baik bagi mahasiswa maupun lingkungan sekitar.

“Seharusnya Pemda bisa lebih bijak. Jika memang dua dinas butuh tempat, kan bisa saja berbagi. Tidak harus mengorbankan pendidikan,” tegasnya.

FRI mendesak Pemda Bombana agar segera mengambil langkah strategis dalam memanfaatkan aset-aset daerah yang ada, terutama yang berpotensi mendukung sektor pendidikan dan pelayanan publik. (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *