KONAWE, KABENGGA.ID – Gelombang kebersamaan membuncah di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 26 ribu warga memadati kawasan Inolobunggadue Central Park (ICP), Kecamatan Unaaha, Sabtu (11/4/2026), dalam Festival Lulo Massal yang tak hanya spektakuler, tetapi juga mencetak sejarah dunia.
Ribuan peserta dari berbagai kalangan tampak larut dalam harmoni, saling bergandengan tangan mengikuti alunan musik Lulo yang khas. Gerakan serempak yang mengalir dinamis itu bukan sekadar tarian, melainkan simbol kuat persatuan yang hidup di tengah masyarakat Konawe.
Atmosfer kebersamaan yang tercipta mengantarkan Festival Lulo Massal ini resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), bahkan melampaui capaian sebelumnya.
Ketua MURI, Osmar Semesta Susilo, menegaskan bahwa jumlah peserta yang terlibat tidak hanya memecahkan rekor nasional, tetapi juga menorehkan rekor dunia. Ia menilai, di tengah dinamika global yang sarat perbedaan, masyarakat Konawe justru mampu menunjukkan wajah persatuan melalui budaya lokal.
“Ini bukan sekadar rekor angka, tetapi pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman yang ditunjukkan melalui budaya,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus memecahkan rekor sebelumnya yang tercatat pada 2015 dengan jumlah 25 ribu peserta—juga digelar di Konawe. Tahun ini, angka tersebut berhasil dilampaui dengan partisipasi yang lebih masif dan antusiasme yang kian menguat.
Festival ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Kabupaten Konawe, yang dikemas tidak hanya sebagai seremoni, tetapi juga panggung ekspresi budaya yang mengakar kuat.
Tarian Lulo sendiri merupakan warisan budaya suku Tolaki yang sarat nilai persaudaraan dan inklusivitas. Siapa pun dapat ikut serta tanpa sekat usia maupun status sosial, menjadikannya simbol persatuan yang nyata.
Bupati Konawe, Yusran Akbar, menyampaikan apresiasi mendalam atas partisipasi seluruh masyarakat yang telah menyukseskan agenda bersejarah tersebut.
“Dengan penuh rasa syukur, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat. Festival Lulo Massal ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan komitmen menjaga budaya masih sangat kuat di Konawe,” ungkapnya.
Momentum ini tak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga menegaskan Konawe sebagai episentrum pelestarian budaya di Indonesia—bahkan di mata dunia.(redaksi)
