KENDARI ,K ABENGGA.ID. – Langkah progresif Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari dalam menghadirkan inovasi pelayanan berbasis digital melalui aplikasi “IKENI SIGAP” mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat.

Jaringan Komunikasi Aktivis Sulawesi Tenggara (Sultra) menilai inovasi berbasis WhatsApp Gateway tersebut menjadi terobosan yang dapat memangkas alur birokrasi sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian.

Ketua Jaringan Komunikasi Aktivis Sultra, Aman Djaari, mengatakan inovasi yang digagas Kepala Kantor Imigrasi Kendari, Muhammad Novrian Jaya, bersama jajarannya menunjukkan adanya upaya adaptasi teknologi yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami sangat mengapresiasi sistem IKENI SIGAP ini. Ini adalah langkah konkret jajaran Imigrasi Kendari dalam mewujudkan transparansi informasi dan efisiensi pelayanan. Menggunakan platform WhatsApp yang sudah sangat akrab di masyarakat adalah strategi yang cerdas dan tepat sasaran,” ujar Aman Djaari dalam keterangannya.

Menurut Aman, keberadaan layanan yang dapat diakses selama 24 jam memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk pelaku usaha yang memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke kantor pelayanan pada jam operasional.

Selain mempermudah masyarakat dalam memperoleh informasi dan mengecek status berkas paspor, integrasi layanan dengan kanal pengaduan juga dinilai penting sebagai bagian dari penguatan pengawasan publik.

“Layanan ini tidak hanya mempermudah urusan administratif seperti pembuatan paspor, tetapi juga membuka ruang bagi pengawasan publik,” katanya.

Aman menilai keberadaan fitur pelaporan terkait dugaan pelanggaran izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) maupun pengaduan terhadap perilaku petugas menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan yang lebih transparan dan akuntabel.

“Adanya fitur pelaporan terkait dugaan pelanggaran izin tinggal WNA serta aduan perilaku petugas menunjukkan komitmen Imigrasi Kendari yang transparan dan siap dikritik,” tambahnya.

Jaringan Komunikasi Aktivis Sultra berharap inovasi IKENI SIGAP tidak berhenti sebagai program digitalisasi layanan semata, tetapi dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurut mereka, pemanfaatan platform digital yang mudah dijangkau publik tersebut dapat menjadi salah satu contoh bagi instansi pelayanan publik lainnya di Sulawesi Tenggara dalam membangun layanan yang lebih cepat, terbuka, dan responsif.

“Harapan kami, inovasi ini terus dipertahankan secara konsisten dan dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” pungkas Aman.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *