KENDARI.KABENGGA.ID.– Di tengah gencarnya pemerintah mencetak sumber daya manusia unggul melalui program beasiswa, hadir sebuah kisah inspiratif dari putri daerah Sulawesi Tenggara. Rezkilaturahmi, putri pasangan La Kota dan Rosmiaty Ambo Enre, berhasil menyelesaikan studi doktoral di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dalam waktu hanya 2 tahun 9 bulan, sekaligus meraih predikat Cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,91. Capaian gemilang ini ia raih di usia yang tergolong muda, 28 tahun, mengharumkan nama kampung halamannya di Tongkuno, Kabupaten Muna .
Pencapaian akademik yang cemerlang ini tak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui skema pendanaan ganda. Rezkilaturahmi merupakan penerima Beasiswa Unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Beasiswa Sultra Cerdas dari Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara . Program Beasiswa Unggulan sendiri merupakan komitmen Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) untuk mendukung putra-putri terbaik bangsa, termasuk pada jenjang doktoral .
“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan kedua program beasiswa tersebut. Ini membuktikan bahwa investasi pemerintah di bidang pendidikan membuahkan hasil nyata,” demikian pernyataan yang mewakili semangat Rezkilaturahmi, mengingat program serupa telah melahirkan banyak doktor muda produktif lainnya di Indonesia .
Menariknya, di tengah kesibukan studi doktoralnya yang singkat, Rezkilaturahmi tidak hanya berfokus pada rutinitas akademik. Ia aktif mengembangkan diri di bidang non-akademik dengan menerbitkan empat buku, termasuk karya fiksi berjudul “Hampir Mustahil Untuk Kita” yang terbit pada tahun 2024 . Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah satu penulis buku referensi berjudul “Teori Pengukuran Dan Evaluasi Pendidikan” yang diterbitkan oleh Penerbit Wawasan Ilmu, menunjukkan kapasitasnya sebagai akademisi muda yang produktif dan multidimensi .
Prestasi Rezkilaturahmi menambah deretan panjang generasi muda Indonesia yang mampu menyeimbangkan pencapaian akademik dan produktivitas karya. Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan dukungan sistem pendidikan yang inklusif dan semangat kerja keras, anak-anak daerah mampu bersaing dan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia nasional yang berdaya saing global.(redaksi).
