KENDARI, KABENGGA.ID — Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM bersama Wakil Wali Kota Kendari Sudirman dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung menyapa masyarakat Kecamatan Kambu dan Kecamatan Baruga, Jumat (21/8/2026).

Bukan sekadar agenda seremonial, pertemuan yang berlangsung di halaman Gedung Promosi Tenaga Kerja, kawasan Kolam Retensi, itu menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus harapan yang mereka hadapi di tingkat wilayah.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan pangan pemerintah kepada masyarakat. Agenda ini menjadi titik keempat dari lima rangkaian program Wali Kota Kendari Bersama Forkopimda Menyapa yang digelar di sejumlah wilayah Kota Kendari.

Wali Kota Siska menegaskan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dimaksudkan untuk mendengar langsung persoalan yang selama ini dirasakan warga, bukan sekadar menerima laporan dari meja birokrasi.

“Tujuan kami datang ke sini adalah mendengarkan langsung apa yang menjadi permasalahan dan harapan di wilayah bapak ibu semua. Kami ingin menyerap masukan-masukan yang bapak ibu rasakan di wilayah,” kata Siska.

Menurutnya, forum tersebut sengaja menghadirkan unsur pengambil kebijakan secara lengkap, mulai dari jajaran Forkopimda, DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, hingga RT/RW dan tokoh masyarakat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan membuat setiap aspirasi warga tidak berhenti sebagai keluhan, tetapi dapat langsung diteruskan kepada pihak yang memiliki kewenangan untuk menindaklanjutinya.

“Semua lengkap, para pengambil kebijakan dan keputusan hadir. Jadi kalau bapak ibu memberikan aspirasi, saya rasa tidak ada lagi yang perlu diragukan,” ujarnya.

Dialog yang dimoderatori Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari Cornelius Padang itu kemudian berlangsung interaktif. Sejumlah persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat mulai mengemuka.

Ketua LPM, Arman, salah satunya mempertanyakan mekanisme bagi anak-anak yang ingin bersekolah di Sekolah Rakyat. Selain persoalan pendidikan, ia turut menyampaikan aspirasi terkait penerangan, layanan BPJS, hingga pengelolaan sampah.

Arman juga menyatakan dukungan terhadap program pengelolaan sampah melalui Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) sebagai bagian dari upaya mendorong lingkungan yang lebih bersih dan tertata.

Forum tersebut memperlihatkan bahwa persoalan warga di tingkat kelurahan tidak hanya berkutat pada pembangunan fisik. Akses pendidikan, layanan kesehatan, penerangan hingga tata kelola lingkungan menjadi isu yang membutuhkan respons konkret pemerintah.

Melalui agenda menyapa warga ini, Pemerintah Kota Kendari berupaya membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat dan pemangku kebijakan. Tantangannya kini adalah memastikan aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti di ruang dialog, tetapi berlanjut menjadi kebijakan dan penyelesaian nyata di lapangan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *