BOMBANA, KABENGGA.ID. — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ajang bagi masyarakat untuk kembali memperkuat persatuan dan kesatuan. Di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat, semangat kemerdekaan dinilai harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap persoalan nyata, termasuk ancaman kekeringan yang mengancam lahan pertanian.

Ketua Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Bombana, Andy Ardhyan, mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 RI sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan serta menjaga kondusivitas daerah.

Menurut Andy, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bermasyarakat yang harus disikapi dengan kedewasaan. Karena itu, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar menghindari tindakan maupun pernyataan yang berpotensi memicu konflik.

“Mempererat persatuan dan kesatuan, menghindari perbuatan-perbuatan yang bisa menimbulkan konflik. Saling menghormati dan menghargai perbedaan,” kata Andy kepada media ini.Senin 17/8/2026.

Namun, menurutnya, semangat kemerdekaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni. Persoalan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani, juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Salah satu persoalan yang kini perlu diantisipasi adalah ancaman kekeringan terhadap tanaman padi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu produktivitas pertanian apabila tidak segera diantisipasi dengan langkah konkret.

Andy menilai pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat untuk memastikan lahan persawahan petani tetap mendapatkan pasokan air, terutama di wilayah yang mulai mengalami keterbatasan sumber air.

“Pemda harus segera melakukan upaya-upaya maksimal untuk menjaga produktivitas sekaligus melindungi lahan persawahan petani dari dampak kekeringan,” tegasnya.

Dua Solusi untuk Selamatkan Lahan Pertanian

Andy mengusulkan sedikitnya dua langkah yang dapat dilakukan pemerintah daerah untuk membantu petani menghadapi ancaman kekeringan.

Pertama, pemerintah dapat menyalurkan pompa air kepada kelompok atau lahan pertanian yang masih memiliki sumber air di sekitar areal persawahan.

Pompa tersebut dinilai dapat menjadi solusi cepat untuk mengalirkan air dari sumber yang tersedia menuju lahan pertanian, sehingga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air selama periode kering.

Kedua, untuk persawahan yang tidak memiliki aliran air maupun sumber air permukaan di sekitar lokasi, pemerintah perlu mempertimbangkan pembangunan sumur bor.

Menurut Andy, penyediaan sumur bor dapat menjadi solusi jangka menengah bagi kawasan persawahan yang selama ini bergantung pada sumber air musiman.

“Solusinya ada dua. Memberikan pompa air kepada lahan petani yang masih memungkinkan memiliki sumber air, dan memberikan sumur bor bagi lahan petani yang tidak memiliki aliran air di sekitar persawahan,” ujarnya.

Ia menilai penanganan kekeringan tidak boleh dilakukan setelah tanaman padi mengalami kerusakan. Pemerintah, kata dia, perlu melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan serta memastikan kebutuhan sarana pengairan tersedia sebelum kondisi semakin parah.

Selain menyelamatkan tanaman padi, langkah tersebut juga penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan menghindari kerugian yang lebih besar bagi petani.

Andy berharap momentum HUT ke-81 RI dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan juga harus diisi dengan kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengajak pemerintah, petani, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen daerah membangun kolaborasi dalam menghadapi persoalan pertanian.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan menjaga persatuan sekaligus memberikan perhatian nyata kepada masyarakat, termasuk petani yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan,” pungkasnya.(DR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *