Kendari —  Iran mengumumkan rencana produksi rudal balistik dengan daya jelajah hingga 15 ribu kilometer yang bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat.

Rencana itu disebut memerlukan sebuah lompatan teknologi yang kompleks, yang kemungkinan akan menggunakan teknologi dari Korea Utara (Korut).

Menurut publikasi Defense Express dilansir UNN, Rabu (12/8/2026), rencana produksi rudal balistik itu diungkap oleh Abd al-Nabi Musavi Fard, seorang perwakilan dari Pemimpin Tertinggi Iran dalam sebuah pernyataan lewat khotbah Jumat lalu.

Saat ini, Khorramshahr menjadi rudal Iran dengan daya jelajah paling jauh yakni bisa mencapai 4.000 kilometer.

Defense Express melaporkan, transisi dari rudal jarak menengah ke sistem antarbenua akan menjadi lompatan teknologi yang sulit. Untuk bisa menghantam langsung wilayah Washington dan New York dari Iran, dibutuhkan rudal yang memiliki jangkauan minimal 10 ribu kilometer.

Sama seperti Khorramshahr yang dikembangkan Iran berbasis pada rudal Korut, Hwasong-10, yang diketahui asalnya berasal dari teknologi rudal balistik produksi Uni Soviet, R-27. Korut sendiri memiliki beberapa rudal antarbenua yang diklaim memiliki daya jelajah 15 ribu kilometer atau lebih. 

Tipe dan jarak rudal Iran
Menurut Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Iran adalah negara dengan stok rudal balistik terbanyak di Timur Tengah. Rudal-rudal Iran memiliki jarak jelajah hingga maksimal 2.000 kilometer (km), yang menurut ahli cukup untuk memberikan perlindungan lantaran angka itu mencakup jarak antara Iran dan Israel.

Banyak lokasi penyimpanan rudal Iran berlokasi di Teheran. Setidaknya terdapat lima ‘kota rudal’ bawah tanah di beberapa provinsi, termasuk di Kermanshah dan Semnan, yang berdekatan dengan kawasan Teluk.

Stok rudal Iran, menurut CSIS, mencakup beragam jenis rudal jarak jauh yang bisa mencapai Israel. Di lini ini termasuk rudal Sejil dengan jangkauan 2.000 km; Emad, 1.700 km; Ghadr, 2.000 km; Shahab-3, 1.300 km; Khorramshahr, 2,000 km; dan Hoveyzeh, 1,350 km.

Media Iran, ISNA pada April 2025 pernah mempublikasikan infografis sembilan rudal Iran yang bisa menjangkau Israel.

Dalam infografis itu tercantum Sejil yang disebut ISNA mampu terbang dengan kecepatan lebih dari 17.000 km per jam dan memiliki daya jelajah hingga 2.500 km; Kheibar, 2.000 km; dan Haj Qasem, 1.400 km.

Lembaga penelitian yang berbasis di Washington, Arms Control Association, menyebut rudal balistik Iran termasuk Shahab-1, dengan perkiraan jangkauan 300 km; Zolfaghar 700 km; Shahab-3 800-1.000 km; Emad-1, sebuah rudal yang masih dalam tahap pengembangan dengan daya jelajah hingga 2.000 km dan Sejil dengan perkiraan jarak jelajah antara 1.500-2.500 km (redaksi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *