PARIA,KABENGGA.ID. – Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Literasi Universitas Halu Oleo (UHO) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Paria menggelar aksi bersih-bersih skala besar di seluruh wilayah desa, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut melibatkan puluhan peserta dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa KKN, aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan ruas jalan utama, fasilitas umum seperti balai desa dan posyandu, serta kawasan permukiman yang selama ini menjadi titik rawan penumpukan sampah.

Aksi kolektif ini merupakan bagian dari program kerja KKN Literasi UHO yang mengusung tema penguatan kesadaran ekologis dan kesehatan lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya berupaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Koordinator Desa KKN Literasi UHO di Desa Paria, Fachri, mengatakan bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

«”Kami hadir bukan untuk menggurui, tetapi untuk bergerak bersama. Semoga semangat gotong royong ini tidak berhenti setelah KKN berakhir, melainkan menjadi budaya yang terus tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat,” ujarnya.»

Sementara itu, Kepala Desa Paria, Jasman, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa.

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan, sehat, serta memiliki daya saing. Ia berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut pada masa mendatang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan bersih-bersih tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh warga. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menekan risiko penyakit berbasis lingkungan, serta memperkuat kesadaran kolektif bahwa kebersihan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan desa yang sehat, maju, dan berperadaban.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *