Konawe, – Mahasiswa Program Pengabdian kepada Masyarakat Terintegrasi Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-Tematik) di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia,Kabupaten Konawe, melaksanakan kegiatan pemanfaatan limbah hasil perikanan menjadi cenderamata bersama siswa-siswi SD Negeri 02 Tapulaga.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja dalam rangkaian KKN-Tematik bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Inovasi Teknologi Perikanan Tepat Guna dalam Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.”
Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir serta memanfaatkan limbah hasil perikanan yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai guna.
Melalui pendampingan mahasiswa KKN-Tematik, limbah tersebut diolah secara kreatif menjadi berbagai bentuk cenderamata yang menarik dan bernilai guna.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi siswa mengenai pengelolaan limbah, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan. Para siswa terlibat secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari mengenali bahan yang dapat dimanfaatkan hingga menyusun dan menghiasnya menjadi produk kerajinan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari siswa-siswi SD Negeri 02 Tapulaga. berdasarkan informasi yang dihimpun, terlihat siswa antusias mengikuti arahan mahasiswa, berdiskusi, serta menunjukkan kreativitas dalam menghasilkan cenderamata dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan pesisir.
Pemanfaatan limbah hasil perikanan menjadi produk kerajinan diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini bahwa limbah dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai estetika dan ekonomi.
Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat disampaikan oleh para siswa kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Untuk diketahui, program ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta perlindungan ekosistem laut. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mengembangkan inovasi sederhana yang sesuai dengan potensi dan permasalahan masyarakat pesisir.
