BOMBANA,KABENGGA ID.(2 Juli 2026). – Program bantuan benih padi yang seharusnya menjadi harapan petani menjelang musim tanam justru menuai sorotan. Sejumlah petani di Kabupaten Bombana mengeluhkan kondisi bibit padi yang mereka terima karena diduga telah menghitam dan ditumbuhi jamur saat baru dibagikan.

Temuan tersebut memicu kekhawatiran bahwa benih yang seharusnya menjadi penopang produksi pangan justru berpotensi mengancam keberhasilan musim tanam. Petani mempertanyakan proses pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi benih yang dinilai perlu diaudit secara menyeluruh.

Keluhan itu mencuat setelah bibit bantuan dibuka oleh para petani. Sejumlah kemasan, menurut mereka, berisi benih yang telah berubah warna menjadi kehitaman dan tampak memiliki bercak-bercak jamur.

Ketua Forum Petani Bombana Bersatu, Sugito, mengungkapkan temuan tersebut berdasarkan laporan yang diterimanya dari petani di Desa Biru, Kecamatan Poleang Timur, Kabupaten Bombana. Menurutnya, kondisi benih itu menimbulkan keresahan karena dikhawatirkan memengaruhi kualitas benih, daya tumbuh tanaman, hingga produktivitas panen.

“Kami berharap bibit yang dibagikan sudah melalui pemeriksaan kualitas. Jika benih seperti ini dipaksakan ditanam, kami khawatir daya tumbuhnya rendah dan hasil panen tidak maksimal,” ujar salah seorang petani.

Sugito mendesak instansi terkait agar tidak menyepelekan keluhan tersebut. Ia meminta dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu benih yang telah didistribusikan serta penelusuran terhadap proses pengadaan, penyimpanan, hingga penyalurannya kepada petani.

“Jangan sampai petani menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat benih yang diduga tidak memenuhi standar. Jika terbukti bermasalah, pemerintah harus segera menarik dan menggantinya dengan benih yang layak tanam agar musim tanam tidak terganggu,” tegas Sugito.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut kualitas bantuan pertanian yang menggunakan anggaran negara. Masyarakat berharap dilakukan investigasi secara transparan agar mutu benih yang disalurkan benar-benar sesuai standar dan tidak merugikan petani.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *