Kendari -Pemkot Kendari bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan pemerintah pusat segera membangun tanggul sepanjang 50 meter di kawasan Kali Wanggu.
Proyek tersebut sebagai langkah penanganan banjir yang kerap merendam sejumlah wilayah di Kota Kendari.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan pembangunan tanggul dilakukan setelah pemerintah lebih dulu melakukan penanganan awal dengan menutup pintu air atau klep, menyusul debit air di kawasan bantaran Kali Wanggu yang mulai surut.
“Tadi kami sudah berkoordinasi lintas sektor dan memutuskan melakukan penanganan awal dengan penutupan pintu air karena air mulai surut. Secara simultan kami juga segera membuat tanggul banjir,” ujar Siska saat meninjau banjir di kawasan bantaran Kali Wanggu, Selasa malam.
Dijleskan pembangunan tanggul tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas pemerintah mulai dari Pemkot Kendari, Pemprov Sultra hingga pemerintah pusat agar penanganan banjir di kawasan Kali Wanggu bisa segera dilakukan.
DikatakanSiska, kawasan Kali Wanggu menjadi salah satu titik utama penyumbang banjir di Kota Kendari. Bahkan sekitar 60 persen banjir di kota itu disebut berasal dari wilayah tersebut sehingga membutuhkan perhatian lebih serius.
Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan pembangunan tanggul sebagai salah satu solusi untuk mengurangi dampak banjir terhadap permukiman warga di sekitar bantaran sungai.
Siska menambahkan, tanggul yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 50 meter dengan tinggi mencapai 3 meter. Pembangunan itu menjadi bagian dari penanganan darurat banjir yang saat ini dilakukan pemerintah di Kota Kendari (redaksi)
