BOMBANA – Proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana mulai memantik perhatian publik. Seleksi terbuka yang baru saja diumumkan Pemerintah Kabupaten Bombana itu tidak sekadar menjadi agenda administratif, tetapi dipandang sebagai pertaruhan besar bagi masa depan tata kelola birokrasi di daerah tersebut.

Panitia seleksi resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah yang tidak hanya diperuntukkan bagi pejabat di lingkup Pemkab Bombana, tetapi juga memberi ruang bagi aparatur sipil negara (ASN) dari kabupaten, kota hingga pemerintah provinsi se-Sulawesi Tenggara untuk ikut bersaing.

Namun, bahkan sebelum tahapan seleksi berjalan jauh, sejumlah nama pejabat internal mulai ramai diperbincangkan. Kursi Sekda yang dikenal sebagai “jantung birokrasi daerah” membuat persaingan menuju posisi strategis ini dipastikan akan berlangsung ketat.

Akademisi asal Bombana yang juga Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Herlina, M.Pd, menilai terdapat beberapa pejabat eselon II di lingkup Pemkab Bombana yang memiliki rekam jejak birokrasi cukup kuat untuk ikut bertarung dalam seleksi tersebut.

“Kalau melihat pengalaman birokrasi dan kapasitas manajerial, tentu ada beberapa figur yang memiliki peluang untuk bersaing dalam seleksi Sekda Bombana,” ujar Herlina.

Ia menyoroti tiga nama pejabat internal yang dinilai cukup menonjol, yakni Ir. Syahrun yang saat ini menjabat Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, dr. Sunandar Rahim selaku Inspektur Daerah, serta Darwin SE yang menjabat Kepala Badan Keuangan Daerah.

Menurut Herlina, ketiganya memiliki pengalaman birokrasi yang panjang dan memahami secara langsung dinamika pemerintahan daerah di Bombana.

Syahrun, yang kini mengemban posisi Penjabat Sekda, dinilai memiliki keunggulan tersendiri karena telah menjalankan fungsi koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta terlibat langsung dalam pengendalian administrasi pemerintahan daerah.

Sementara itu, Darwin SE dinilai memiliki kekuatan pada aspek pengelolaan fiskal daerah. Pengalamannya memimpin Badan Keuangan Daerah membuatnya memahami secara detail struktur anggaran serta kebijakan keuangan yang menjadi fondasi utama pelaksanaan pembangunan daerah.

Adapun dr. Sunandar Rahim, yang saat ini memimpin Inspektorat Daerah, dianggap memiliki keunggulan pada sisi pengawasan birokrasi serta tata kelola pemerintahan yang bersih.

Meski sejumlah nama mulai mengemuka, Herlina mengingatkan bahwa proses seleksi terbuka harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bebas dari intervensi kepentingan politik maupun kelompok tertentu.

“Seleksi ini tidak boleh sekadar menjadi prosedur formal. Publik tentu berharap figur yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, integritas, serta mampu memperkuat tata kelola birokrasi di Bombana,” tegasnya.

Dalam mekanisme seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama, panitia seleksi akan menyaring para peserta melalui berbagai tahapan ketat, mulai dari seleksi administrasi, uji kompetensi, hingga wawancara akhir. Dari proses tersebut nantinya akan ditetapkan tiga nama terbaik yang diajukan kepada kepala daerah untuk dipilih sebagai Sekda definitif.

Dengan posisi Sekda yang memegang peran vital sebagai pengendali roda birokrasi daerah, proses lelang jabatan ini dipastikan akan terus berada dalam sorotan publik. Pengawasan masyarakat menjadi kunci agar seleksi tidak sekadar menjadi ritual administratif, melainkan benar-benar melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional, berintegritas, dan mampu membawa Bombana keluar dari berbagai persoalan tata kelola pemerintahan.(redaksi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *